
Sleman, 2 April 2026 — Program Studi Magister Ekonomi Pertanian (MEP) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Sarasehan dan Syawalan sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi antar sivitas akademika dalam suasana hangat pasca Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan alumni MEP dalam suasana yang penuh keakraban.
Kegiatan diawali dengan sesi sarasehan yang menjadi ruang dialog terbuka antara mahasiswa dan dosen. Dalam sesi ini, mahasiswa berkesempatan untuk menyampaikan aspirasi, masukan, serta pengalaman selama menjalani proses perkuliahan. Diskusi yang berlangsung secara interaktif ini menjadi sarana refleksi bersama dalam rangka perbaikan dan peningkatan kualitas kinerja akademik di lingkungan MEP.

Berbagai isu yang dibahas meliputi dinamika perkuliahan, beban akademik, serta harapan terhadap pengembangan program studi ke depan. Melalui forum ini, terbangun komunikasi yang lebih terbuka dan konstruktif antara mahasiswa dan dosen, sehingga diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan akademik yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan sivitas akademika yang mendorong terciptanya Pendidikan yang Berkualitas sesuai dengan SDG 4.
Selain sarasehan, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian syawalan yang menjadi momen untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan kekeluargaan. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam interaksi antar peserta yang saling berbagi cerita dan pengalaman.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Ekonomi Pertanian tidak hanya memperkuat nilai kebersamaan, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan secara berkelanjutan. Sarasehan menjadi wadah strategis dalam menjaring aspirasi, sementara syawalan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan akademik.
Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai ruang kolaborasi dan refleksi bersama guna mendukung terciptanya proses pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.
Penulis: Dian Rahmanisa
Dokumentasi: Rayhan Akbar Pratama